728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 20 September 2017

    POLA DASAR KEBIJAKAN

    A.  Makna dan Hakikat Kebijakan IMM

    Pola Dasar Kebijakan IMM memberikan dasar-dasar bagi kebijakan IMM dalam upaya mewujudkan tujuan IMM.
    Pola dasar kebijakan IMM memuat tentang tujuan kebijakan, prinsip-prinsip kebijakan, sasaran kebijakan serta modal dasar dan faktor dominan. Oleh karena itu makna dan pola dasar kebijakan IMM adalah penegasan dari tujuan IMM dalam bentuk perjuangan komponen-komponen yang mendasar serta berpengaruh bagi upaya pencapaian tujuan IMM.
    Sedangkan hakikat pola dasar kebijakan IMM adalah wujud nyata dari upaya yang dilakukan secara bersama-sama dalam suatu kerjasama antara pimpinan dan anggota IMM untuk mencapai tujuan IMM.
    B.  Tujuan Kebijakan IMM
    Tujuan kebijakan IMM diarahkan pada tercapainya tujuan IMM yaitu terbentuknya Akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah
    C.  Prinsip-prinsip Program
    Untuk mencapai tujuan IMM, maka setiap kebijakan program kerja yang dilaksanakan hendaknya didasarkan atas prinsip-prinsip :
    a.    Prinsip Tujuan ; Bahwa segala usaha dan program senantiasa mengacu pada pencapaian tujuan IMM. Dengan demikian segala sesuatu yang dilakukan bukan secara spontanitas insidentil, melainkan bagian dari upaya pencapaian tujuan itu sendiri.
    b.    Prinsip Kekaderan ; Bahwa segala sesuatu kegiatan yang dilakukan merupakan pencerminan arena didik diri dalam melatih  dan melahirkan kader-kader yang memiliki kompetensi dasar aqidah, intelektual dan humanitas untuk kelangsungan dan kemajuan persyarikatan, umat dan bangsa dimasa depan.
    c.    Prinsip Dakwah ; Bahwa semua kegiatan IMM adalah cerminan dari upaya dakwah. Amar ma’ruf nahi mungkar  yang bermuatan penguatan ideologi dan pencerahan umat dalam melakukan rekayasa kehidupan, menuju kemaslahatan umat.
    d.   Prinsip Kebersamaan ; Bahwa segala bentuk program dan pilihan kebijakan IMM merupakan hasil kehendak dan orientasi cita-cita warga ikatan.
    e.    Prinsip keseimbangan ; Bahwa pilihan gerakan IMM merupakan wujud apresiasi yang seimbang dengan pemenuhan peran keagamaan, keilmuan dan kemasyarakatan.
    f.     Prinsip Relevansi ; Bahwa kebijakan dan program kegiatan IMM adalah serangkaian aktivitas yang dilaksanakan untuk memberikan pemenuhan kebutuhan yang relevan dengan sikap, watak dan kebutuhan warga ikatan yaitu mahasiswa.
    g.    Prinsip Kesinambungan ; Bahwa kegiatan-kegiatan IMM dalam setiap struktur pimpinan senantiasa memperhatikan kebutuhan-kebutuhan jangka panjang dan kesinambungan gerakan.
    h.    Prinsip Kemajuan atau Progresifitas; bahwa segala bentuk program, kegiatan, maupun pilihan kebijakan IMM senantiasa diambil sebagai usaha IMM kearah yang lebih baik, lebih progresifitas dan mencerahkan bagi persyarikatan, umat dan bangsa.
    Sasaran Kebijakan IMM
    1.    Sasaran Personal
    Yaitu sasaran yang menyangkut pembinaan dan pengembangan kepribadian serta sumber daya manusia, baik secara lahiriyah maupun bathiniyah. Untuk itu, pembinaan dan pengembangan aspek lahiriyah diarahkan pada:
    a.     Terbinanya kualitas kader dan pimpinan IMM yang terlatih dan terampil dalam menjalankan perannya di tengah – tengah masyarakat sesuai dengan spesifikasi program, keahlian dan pilihannya kerjanya.
    b.    Terbinanya kualitas kader dan pimpinan IMM yang mampu menampilkan daya tarik yang tepat bagi generasi muda, khususnya mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas Ikatan.
    c.      Terbinanya kualitas kader dan pimpinan yang cakap menjalankan organisasi sehingga memenuhi standar kualitas anggota dan pimpinan yang memenuhi aturan konstitusi ikatan
    Adapun pembinaan dan pengembangan bathiniyah diarahkan pada:
    a.       Tercapainya kualitas kader dan pimpinan IMM yang siap menampilkan diri sebagai seorang muslim hakiki dalam seluruh tindakannya
    b.      Tercapainya kualitas kader dan pimpinan IMM yang mampu mencerminkan akhlakul kharimah dalam kehidupan sehari-harinya
    c.       Terciptanya kualitas kader dan pimpinan IMM yanmg siap berjuang dan berani menghadapi segala macam tantangan dalam kehidupannya, baik dalam rangka pengambilan peran institusional maupun dalam pemenuhan kualifikasi personalnya.
    d.      Terciptanya kualitas kader dan pimpinan IMM yang memiliki tingkat pemahaman yang tepat tentang fungsi dan perannya dalam membangun cita-cita Ikatan menuju masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah.
    2.    Sasaran Institusional
    yakni sasaran yang menyangkut pembinaan dan pengembangan organisasi, baik didalam (intern) maupun ke luar (ekstern). Pembinaan dan pengembangan yang bersifat internal diarahkan pada penataan, pelaksanaan serta pengawasan organisasi, sehingga secara bertahap akan dicapai keadaan sebagai berikut:
    a.       Terbinanya mental pimpinan dan atau mekanisme kerja kepemimpinan sehingga secara bertahap akan terwujudnya suasana tata kepemimpinan yang baik
    b.      Terbinanya administrasi organisasi dan atau mekanisme keorganisasian sehingga secara bertahap akan terwujud suasana tata keorganisasian yang  baik
    c.       Terbinanya program dan kegiatan sehingga secara bertahap akan terwujud suasana tatat kegiatan yang baik.
    Pembinaan dan pengembangan organisasi yang bersifat eksternal diarahkan pada pemantapan organisasi secara bertahap sehingga tercapai suasana sebagai berikut:
    a.       Terbinanya kepemimpinan IMM yang tertib, baik vertikal maupun horisontal dalam rangka pelaksanaan program untuk mencapai tujuan IMM
    b.      Terbinanya peran aktif IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah dalam meningkatkan fungsinya sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna cita-cita dan gerakan Muhammadiyah serta dapat bekerja sama dengan AMM lainnya.
    c.       Terbinanya peran aktif IMM sebagai salah satu organisasi atau gerakan mahasiswa muslim yang bmampu menghimpun dan menyalurkan serta mengembangkan aspirasi, minat, dan bakat mahasiswa muslim
    d.      Terbinanya peran aktif IMM sebagai salah satu ormas kepemudaan di tengah-tengah dinamika kancah kehidupan kepemudaan dan kebangsaan.
    e.       Terjalinnya komunikasi mutualistik IMM dengan pemerintah serta lembaga OKP-OKP lainnya.
    E. Modal Dasar dan Faktor Dominan
    1.    Modal Dasar
    Modal dasar merupakan potensi obyektif lingkungan IMM yang menjadi modal pertama untuk menggerakkan dan berjuang untuk organisasi. Modal Dasar IMM dalam kiprahnya adalah:
    a.      Para mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia
    b.    Para mahasiswa yang berada di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan tinggi lainnya yang menyetujui maksud dan tujuan IMM
    c.      Karakteristik umum mahasiswa sebagai generasi muda potensial yang memiliki potensi dasar aqidah Islam yang menjadi sumber motivasi, kompetensi dasar kemanusiaan dan intelektual.
    2.    Faktor – Faktor Dominan
    a.      Berdirinya Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia
    b.    Tersebarnya alumni dan jaringan IMM baik secara personal maupun institusional di dalam tubuh persyarikatan maupun luar persyarikatan.
    c.      Tersedianya sumber dana yang potensial dari anggota-anggotanya baik yang berada dilingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah maupun perguruan tinggi lainnya
    d.   Kerjasama dan dukungan dari berbagai oragan-organ institusi lain di luar Muhammadiyah.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a comment

    Item Reviewed: POLA DASAR KEBIJAKAN Rating: 5 Reviewed By: Dpdimmsulsel
    Scroll to Top