728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 20 September 2017

    STRATEGI IMPLEMENTASI.

    A.  Kebijakan Umum

    1.    ReOrientasi Gerakan
    Secara teoritik dan praksis, re-orientasi gerakan dimaksudkan sebagai daya elaborasi untuk memahami kerangka orientasi sejarah organisasi kemudian dihadapkan kepada realitas organisasi dan realitas masyarakat untuk memahami perubahan sebagai keniscayaan. Elaborasi ulang diharapkan menjadi spirit perubahan strategis untuk konteks gerakan yang dinamis dan progressif.
    Adapun kontekstualisasi dari pada re orientasi gerakan IMM adalah penegasan peran dan posisi IMM sebagai kekuatan strategis. Gerakan yang senatiasa jauh dari kubangan kepentingan politik praktis, dengan icon gerkan moral yang berpihak kepada nilai.       
    2.    Konsolidasi dan perluasan jaringan
    Untuk konsolidasi dan perluasan jaringan, IMM mertumuskan model jejaring berdasarkan konsep jaringan itu sendiri. Yaitu; civil Islam dan civil Society. Dengan kata lain jaringan tersebut ditumbuhkan berdasarkan jaringan organisasi-organisasi kaum muda mahasiswa Islam lain baik yang sevisi, seideolo gi ataupun  yang tidak. Juga ditumbuhkan berbasisi jaringan organisasi-organisasi diluar Islam yang didentifikasi sebagai bagian dari civio society.
    3.    Pengayaan Varian gerakan dengan sebanyak mungkin membuat Buffer gerakan.
    Pengayaan varian gerkan dimaksudkan agar IMM ammpu untuk teruji dapat bersinergi dengan dan berkomunikasi dengan elemen gerakan lain. Buffer gerkan ini tujuan pembentukannya adalah taktik aliansi dengan jaringan.  

    B.  Kebijkan strategis

    1.    Strategi penguasaan kampus dan mesjid
    Dalam konteks gerakan, penguasaan kampus dan mesjid sangat penting bagi peneembangan jati diri dan identitas kader.
    Penguasaan kampus dan mesjid diorientasikan kepada bingkai historis IMM yang sejak awal telah dikembangkan dalam ranah kampus dan mesjid. Begitupun, dikaitkan betapa kader-kader di Perguruan Tinggi Muhammadiyah   harus menjadi tuan rumah ditrumahnya sendiri.          
    2.    Strategi penokohan sebagai model pencitraan gerakan
    Dalam memantapkan  pencitraan gerakan maka perlu sesegera mungkin melakukan penokohan sebagai strategi konsentrasi keruang publik. IMM baik secara individu-kader maupun secara organisasi perlu sesegera mungkin mendemonstrasikan pelibatan dan kepeloporan kepada ruang publik sebagai konteks kebijakan publik.  Yang pada, gilirannya mampu menjadi energi aktivasi dalam mengefektifkan dakwah dan gerakan.
    3.    Memperkuat basis gerakan.
    Kedepan IMM sulsel diharapkan mampu membenahi diri secara intern. Baik kualitas maupun kuantitas. Dalam konteks basis gerakan, IMM sulsel haruslah memperkuat dengan meningkatkan kuntitas kontituen. Dengan, melakukan reinkarnasi IMM disetiap daerah yag ada. Disamping terus melakukan pembinaan bagi Daerah yang IMM telah eksis.  


    “ Dijalan ini tiada tempat berhenti,
    Sikap lamban berarti mati,
    Siapa yang bergerak merekalah yang di depan,
    Yang berhenti sejenak, walau sekalipun pasti tergilas”



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a comment

    Item Reviewed: STRATEGI IMPLEMENTASI. Rating: 5 Reviewed By: Dpdimmsulsel
    Scroll to Top