728x90 AdSpace

  • Latest News

    Thursday, 16 November 2017

    Atau.....Mesin Hasrat (Review atas ketidakhadiran subyek/nalar)

    Sumber gambar google pencarian



    Oleh: Ermansyah R. Hindi

    Ketidaksadaran berhenti menjadi dirinya yang sebenarnya-sebuah bengkel-menjadi sebuah teater, secarik layar dan pementasannya. Baik sistem tanda maupun sistem kode, semuanya musnah didalam dirinya sendiri. Menurut Deleuze dan Guattari, kebenaran yang ada dalam ketidaksadaran merupakan sesuatu yang solid yang seperti mesin: "ketidaksadaran ... merekayasa (engineers), ia bersifat seperti mesin" (Anti-Oedipus: Capitalism and Schizophrenia, University of Minnesota, Minnepolis, 1984, hlm. 53). Apa yang direkayasa tidak lebih dari sifat dasar makroskopik: bahasa, sosial, organik, dan mikroskopik: hasrat, khayalan, mimpi, dan sebagainya. Nyata didalam dirinya sendiri.

    Meskipun konsep makna ini bersifat material dan seperti mesin, memiliki kemiripan oto-tulisannya Jacques Derrida, hal ini hanya dalam pengertian yang sangat khusus. Bagi Deleuze dan Guattari, materi dan mesin tidak pernah lembam (inertia) seperti yang dipahami oleh para saintis atau teknokrat. Mereka tidak memahaminya dalam bentuk susunan materi yang telah ada begitu saja sebelumnya dan mendeterminasi gerak selanjutnya seperti halnya mesin jam berjalan kausal. Gagasan "mekanistik" semacam itu malah asing bagi gagasan "mesin" mereka. Justeru mereka menekankan kekuatan dari sebuah mesin sebagai sesuatu yang di atas dan melampaui "materinya", hingga suatu taraf dimana kekuatan dari sebuah mesin menjadi tidak mungkin diramalkan, berlebihan dan tidak pernah terpuaskan. Kondisi semacam itulah yang memungkinkan kekuatan dari suatu mesin dapat disepadankan dengan kekuatan hasrat-sumber yang mendasari ungkapan paradoks Deleuze dan Guattari ketika menyinggung "mesin hasrat" (desiring-machine) menjadi kata kunci. Dalam kenyataannya, "mesin hasrat" semacam itu tidak hanya dideterminasi oleh materi-materi, melainkan sebenarnya melahap materi untuk memproduksi kekuatan mereka. "Mesin hasrat ... terus-menerus gagal ketika bekerja", ujar Deleuze dan Guattari, "dan ... bagian-bagian dari mesin tersebut adalah bahan bakar yang membuatnya bekerja". (ibid, 31). Penegasan tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan mesin-mesin kerja yang  ada dalam kehidupan sehari-hari. Mesin-mesin itu merupakan mesin liar, mesin-mesin yang mengandung daya ledak. Dalam masyarakat kontemporer (termasuk Indonesia), tidak semua orang skizofrenik hidup dengan kekuatan seperti sebuah mesin liar. Disini yang dibedah oleh Deleuze dan Guattari adalah potensi orang-orang skizofrenik ketimbang kekhasan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun begitu, orang-orang skizofrenik pada dasarnya masih mempunyai kemampuan dasar yang memungkinkan dirinya sanggup untuk memasrahkan dan menyerahkan dirinya pada gerak dan multiplikasi dan kekuatan makna yang seperti mesin. Dan akhirnya, menurut Deleuze dan Guattari, "yang tidak dapat disembuhkan hanyalah orang neurotik" (ibid, 347). Skizofrenia seperti cinta: tidak ada entitas dan fenomena skizofrenik yang khas; skizofrenia adalah jagat raya mesin hasrat yang produktif dan reproduktif, produksi utama jagat raya sebagai realitas esensial dari manusia dan alam. Mesin hasrat menjadikan sebuah organisme; tetapi berhati-hati memproduksinya.

    Konflik nyata antara mesin hasrat dan "tubuh tanpa organ" (body without organ) tidak terhindarkan, dan ... "hasil hubungannya antara mesin hasrat dan tubuh tanpa mesin, dan terjadi berikutnya tidak lebih bertoleran dengan mesin-mesin ini" (ibid, 8). Tetapi, pada satu sisi, Deleuze dan Guattari, menilai skizofrenia sebagai penyakit dan menyumbat masyarakat kapitalis abad ke-20 (berlanjut ke abad-21?). Sisi lain, Deleuze dan Guattari sama sekali tidak menolaknya sepanjang masyarakat kapitalis abad ke-20 dan abad sesudahnya tetap memelihara skizofrenia dari sejak semula. Jelas terdapat proses ganda yang berlangsung di sini. Dalam gerakan pertama, masyarakat kontempoter-kapitalis memunculkan skizofrenia karena hakekatnya tidak berakar dan kegelisahannya yang unik: "Segala sesuatu yang ada dalam sistem ini gila. Sebab, mesin kapitalis hidup di atas arus yang dideteritorialisasikan dan yang kode-kodenya diuraikan" (ibid, 347).

    Secara khusus, mesin kapitalis hidup di atas "arus-arus produksi yang kode-kodenya diuraikan dalam bentuk modal uang dan arus-arus kerja yang kode-kodenya diuraikan dalam bentuk pekerja bebas" (ibid, 34). Tidak lebih dari sebuah proses produksi ekonomi yang menyertakan mesin hasrat. Mesin hasrat bukanlah mesin khayalan atau mesin mimpi, yang seandainya hal itu dapat dipilah dari mesin sosial dan mesin teknik. Lihatlah mesin hasrat di tempat kerja kita, di tempat bermain anak-anak, di tempat berbelanja, dan sebagainya! Ataukah kita sendiri bagian dari mesin hasrat dalam kehidupan? Orang kuat dan orang lemah, orang bermewahan dan orang nestapa satu sama lain muncul dan lenyap ditengah sajian makanan, minuman, busana, musik, olah raga, wisata, buku elektronik, dan sinema diiringi oleh mesin hasrat.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a comment

    Item Reviewed: Atau.....Mesin Hasrat (Review atas ketidakhadiran subyek/nalar) Rating: 5 Reviewed By: Dpdimmsulsel
    Scroll to Top