728x90 AdSpace

  • Latest News

    Saturday, 2 December 2017

    Generasi Y, Diksuswati 2 mengeja kembali Literasi


    Foto : IMMawati Satriani pada Diksuswati II se Indonesia Timur yang dilaksanakan PC IMM Sidrap


    Mahasiswa (dengan tanpa diskriminasi gender) mempunyai peran vital sebagai agent of change dalam tatanan sosial kemasyarakatan. Menjadi Aktor tentu saja dalam memerankan fungsinya seorang mahasiswa mesti berbekal ilmu dan keterampilan yang memadai.

    Ada berbagai usaha-usaha yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya forum yang bisa mewadahi pembinaan kompetensi dan keterampilan tersebut yaitu melalui jalur pendidikan nonformal berupa training (Pelatihan) yang diselenggarakan oleh pelbagai organisasi kemahasiswaan. 
    Pada kesempatan kali ini giliran Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sidrap (PC IMM Sidrap), yang menyelenggarakan Diksuswati II tingkat Indonesia Timur pada Tanggal 30 November s/d 02 Desember 2017M. Bertepatan dengan 11-13 Rabiul Awal 1439 H

    Bertempat di Gedung Serbaguna Aisyiyah Pangkajene (Kab. Sidrap), Diksuswati II ini mengusung tema “Meretas Identitas Immawati dan Membumikan Gerakan Literasi sebagai Media Dakwah Zaman Millenial” menghadirkan puluhan kader-kader IMM dari Indonesia Timur
    Kegiatan ini di hadiri 29 peserta yang terdiri dari beberapa cabang/kota yakni : PC IMM Kota Palopo dan Enrekang maaing-masing sebangak 3 orang,  PC IMM Barru dan Bone masing-masing sebangak 1 orang, PC IMM Kota Makassar sebanyak 2 orang dan selebihnya adalah Kader PC IMM Kab. SIDRAP.

    Tepat pada tanggal 01 Desember 2017 M , saya dan teman-teman peserta Diksus mendengarkan pemaparan materi yang tidak kalah pentingnya dengan materi - materi yang lain, yakni  "Literasi Media Di Zaman Millennial" yang dibawakan langsung oleh Kakanda Kakanda IMMawan Ahmad Hunain S.Pd yang juga selaku Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan (DPD IMM Sulsel).

    Telah menjadi kebenaran umum yang kita ketahui bersama bahwa zaman miilennial adalah zaman canggih, zaman diamana informasi lebih cepat disajikan  jika kita bandingkan dengan makanan siap saji. Menurut Teori generasi yang dikemukakan Karl Mannheim,1923, Generasi Millennial juga bisa kita katakan sebagai generasi Y dengan berdasar pada kondisi sosial zaman dan cakupan umur. Melihat kondisi zaman sekarang ini mulai serba digital, maka kita sebagai IMMawati harus mahir dalam Hal penggunaan dam pemanfaatan teknologi sebagai media Literasi. "Pada konsep literasi yang ditawarkan literasi mencakup banyak aspek dalam kehidupan bukan hanya menyangkut persoalan nenulis dan membaca, tetapi literasi juga berkaitan dengan berbagai dorongan ilmu pengetahuan dalam pemanfaaatan fungsi dan keterampilan hidup yang kita miliki". Dikutip disela-sela Kakanda yang akrab disapa Hunain pada saat membawakan materi.

    Pada kesempatan ini pula kakanda menjelaskan terkait jenis-jenis dari Literasi itu sendiri, mulai dari Literasi Informasi, Literasi Statistik; Literasi Tehnologi, Literasi Visual, Literasi Kritikal, Literasi Data, Literasi Digital, Literasi Finansial, dan Literasi Kesehatan.


    Saya secara pribadi sebagai peserta utusan PC IMM Kab. Enrekang, Sangat beruntung dapat mengikuti Diksuswati II ini, apatah Lagi Materi ini, Benar-benar penting untuk saya pelajari dan aplikasikan. Zaman Millennial ini, apatah lagi kita ini yang notabene adalah Aktivis Pendakwah Kaum Intelektual. Harapan saya kepada semua teman teman peserta, agar nantinya ketika kita telah Keluar Dari Forum DIKSUAWATI II ini, kita dapat benar-benar mengejewantahkan materi yang telah kita dapatkan, khusunya Materi Ini. Karena Bagi Saya "Teori Tanpa Aplikasi Itu Sama Saja 1000 Teori x 0 Aplikasi yang hasilnya sama dengan O terbilang Nol Besar (Satrina)


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a comment

    Item Reviewed: Generasi Y, Diksuswati 2 mengeja kembali Literasi Rating: 5 Reviewed By: Dpdimmsulsel
    Scroll to Top