728x90 AdSpace

  • Latest News

    Saturday, 9 December 2017

    Manifestasi Pergerakan Perempuan Dalam Menghadapi Tuntutan Zaman

    Foto : Satriani pada Milad Muhammadiyah 108 H/ 105 M

    Oleh 
    Satriani 
    (Badan Pimpinan Harian PC IMM Enrekang)

    Ketika kita makan dan makanan itu serasa lezat maka akan timbul kecenderungan dan keinginan untuk  menambah lagi makanan itu untuk kita lahap, begitu pun ketika membahas tentang perempuan, entah mengapa walaupun mungkin diskusinya agak nyeleneh tapi toh dia bak semangkuk sup yang sangat enak yang tak kunjung basi.  Perempuan, merupakan sosok yang anggun yang dapat merubah dunia dari sudut pandang berbeda dan tentunya suatu hal yang tak lepas peran sertanya dgn dinamika sosial saat ini.

    Salah satu dinamika yang paling nampak pada peran serta Perempuan di era post-modernisme ialah menjadi acuan dan tolak ukur dalam glamournya kehidupan masyarakat melenial saat ini. Dimana kebutuhan lahiriyah, menjadi langkah awal dalam perubahan pola pikir terkhusus wanita itu sendiri. Keadaan ini memanglah wajar, apalagi kita berada dalam tuntutan zaman yang memaksa kita untuk terus bergerak dan berpikir kreatif .

    Perempuan, dalam menghadapi persoalan memiliki suatu hal yangat kompleks dan tidak dimiliki oleh kaum adam. Citra dan keanggunan menjadi modal awal yang sangat tinggi nilainya dalam mengatasi problem tersebut. Apatah lagi saat ini, kita telah mengetahui femininsme telah bayak digemakan, dan inilah menjadi cikal bakal, bahwa dengan asumsi keyakinan yang Berdasar,  perempuan memang sudah sepantasnya mengambil bagian dalam dalam menyelesaikann persoalan tuntutan zaman saat ini.

    Bukti sejarah pun telah banyak terjewantahkan dalam goresan tinta emas masa lampau dimana saat itu perempuan turut andil menyuarakan eksistensi mereka dalam pergerakan menuju tatanan hidup dan keadaan bangsa yang lebih baik lagi. Kita dapat lihat contoh paling fenomenal dalam ortom Aisyiyah itu sendiri yang pada awalnya merupakan kelompok pengajian tapi akhirnya bertransformasi menjadi suatu perkumpulan karena ada niatan dan cita-cita luhur dari sanubari perempuan itu sendiri bahwa mereka memang perlu ada untuk memajukan bangsa.

    Aisiyah merupakan pergerakan perempuan  pertama yang merintis pendidikan ussia dini dan pendidikan kaum perempuan yang  menjadi salah satu pilar perjuangan mereka dalam  mengupayakan pemberantasan kebodohan,  serta peningkatan pengetahuan dan partisipasi perempuan dalam dunia politik. Tak sampai disitu, aisyiyah merupakan  pelopor organisasi keperempuanan indonesia,  yang didasari pertimbnagn bahwa perjuangan wanita ini diharapkan dapat meniru perjuangan aisyiyah istri Rasulullah yang selalu membantunya dalam berdakwah.
    Karena prinsip gerakaannya yang demikian, maka dalam konteks pergerakaan kebangsaan waktu itu, aisyiyah turut memprakarsai dan membidani terbentuknya organisasi wanita, dgn kesamaan berpikir untuk bangkit membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan dan kebodohan yang kemudian hari badan federasi ini dikenal dengan sebutan kongres perempuan indonesia.

    Pada awal berdirinya memang aisyiyah telah menyematkan diri mereka sebagai gerakan wanita Islam yang mendobrak kebekuan feodalisme dan ketidaksetaraan gender dalam masyaarakat pada saat itu, sekaligus melakukan advokasi pemberdayaan perempuan. Itu sebanya patutlah kita mengambil banyak pelajaran dari sejarah dan perjalanan organisasi aisyiyah ini dalam buktinya sebagai bentuk aksi nyata pergerakan prempuan.
    Resolusi tuntutan zaman kekinian

    Perempuan memiliki  andil besar dalam  memainkan perannya di pentas  pergerakan pembaharuan. Akan tetapi saat ini, justru peran” seperti itu mulai memudar secara perlahan, bahkan hampir mncapai pada klimaks dekadensi dan stagnasi.  zaman kekinian yang telah masuk era globalisasi membuat jiwa kritis prempuan terhipnotis dalampikiran praktis. Memang dilema akan hal itu semua, tapi ketika para aisyiyah-aisyiah mampu menempatkan wawasan mereka dalam pola pergerakan terstrukturdalam suatu wadah organisasi, dapat menjadi superpower dalam menghadapi dilema keadaan bangsa saat ini.

    Saat ini,  selain pondasi awal berupa karya dari seorang perempuan tentulah harus ada wadah untuk menampung aspirasi. Wadah yang ideal untuk merka semua dan tentunya tidak monoton pada lingkup tertentu tetapi lebih dititikberatkan kepada kebutuhan zaman. pola pergerakan yang dinamis dan sasaranya jelas untuk kemajuan bangsa, harus segera diperadakan saat ini, terlepas dari hegemoni yang ada. Nah Ibarat memberi  garam dalam suatu sup, disinilah garam turut andil dalam memainkan rasa, begutupun perempuan disinilah eksistensi dan esensi dari modal awal berupa citra dan keangguan yang terpancar dari sosok perempuan itu bisa di sisipkan dalam dalam menarik perhatian massa. 

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a comment

    Item Reviewed: Manifestasi Pergerakan Perempuan Dalam Menghadapi Tuntutan Zaman Rating: 5 Reviewed By: Dpdimmsulsel
    Scroll to Top