728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, 1 May 2018

    Refleksi Hari Kartini Ditahun 2018


    Oleh : Yayuk Astuti
    (Ketua DPD IMM Sulsel Bidang IMMawati)


    DPDIMMSULSEL.OR.ID -- Emansipasi wanita yang di prakarsai oleh R.A. Kartini di masa pra kemerdekaan telah memiliki banyak pengaruh positif yang di rasakan hingga saat ini. Dengan perjuangan para pahlawan perempuan dan terbentuk beberapa organisasi keperempuanan pada saat itu merupakan wujud keinginan para perempuan untuk melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan. 

    Seperti Organisasi Puteri yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan bersama istrinya Nyai Walidah yang pada mulanya dinamai "Sopo Tresno" kemudian berganti Menjadi Aisyiyah. Gerekan Aisyiyah pada awalnya fokus pada pemberdayaan perempuan dengan mengajar baca tulis dan pengajian rutin, kemudian membina anak-anak melalui Taman Pendidikan. Gerakan-gerakan yang di rintis dari nol dan kini masih aktif bahkan mencapai ribuan TK Aisyiyah di Indonesia saat ini.

    Aisyiyah juga turut andil dalam berjuang dalam mencapai kemerdekaan RI.
    Pada Pasca kemerdekaan, sudah mulai banyak juga organisasi perempuan yang mulai dibentuk hingga pada Masa Reformasi terbentuk KOMNAS Perempuan, sehingga tentunya memudahkan bagi perempuan dan juga terpenuhi haknya sebagai warga negara.

    Berbicara tentang gerakan perempuan hari tentu tak perlu kesulitan lagi mencari para promotor yang peduli pada gerakan perempuan. Mulai dari Organisasi keperempuanan hingga komunitas kecil peduli perempuan. 

    Namun dengan banyaknya organisasi hari ini belum cukup mampu menampilkan gerakan yang massif karena beberapa kendala termasuk fenomena Queenbee Syndrome yang tidak berbesar hati melihat keberhasilan perempuan-perempuan lain. Kita harus lebih menghargai potensi masing-masing, bahwa setiap individu memiliki kelebihan sendiri dan bergerak sesuai skill yang dimiliki.

    Dan untuk organisasi secara umum masih ada beberapa yang memiliki sikap Plural sehingga belum mampu menyatu secara umum dengan satu visi kepedulian terhadap masalah perempuan. Jika kedua hal ini telah tiada atau setidaknya berkurang, maka kedepan kita akan menyaksikan para perempuan bersatu untuk isu-isu strategis keperempuanan tanpa harus lagi di batasi ideologi gerakan masing-masing, namun bersatunya fokus untuk kesejahteraan Perempuan secara umum. Sehingga marwah gerakan yang pra kemerdekaan mampu tetap ada hingga hari ini.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a comment

    Item Reviewed: Refleksi Hari Kartini Ditahun 2018 Rating: 5 Reviewed By: Dpdimmsulsel
    Scroll to Top